Amanat Penting Buya Shofwan Karim Dalam Milad Ke-67 UM Sumatera Barat
![]() |
| Shofwan Karim memberi sambutan 67 Th UM Sumbar (Foto: Dok Humas) |
Amanat Penting Buya Shofwan Karim Dalam Milad Ke-67 UM Sumatera Barat
Oleh : Sandra Putra, Humas UM Sumbar | Jumat,02 Desember 2022 03:25:00
Humas UM Sumatera Barat - Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat rayakan Milad ke 67 tahun, di Convention Hall Dr. Ahmad Syafii Maarif, MA kampus I Padang, Rabu (30/11). Beberapa harapan dan pesan disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat, Buya Shofwan Karim dalam kegiatan ini.
Buya Shofwan Karim mengatakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Sumatera Barat yang telah berdiri sejak tanggal 18 November 1955. Cikal bakal Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dimulai dengan diselenggarakannya kuliah perdana untuk Fakultas Hukum dan Falsafah (kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ushuluddin) di Padang Panjang, dengan mahasiswa angkatan pertama adalah utusan cabang dan daerah Muhammadiyah se-Sumatera Barat.
Kini 2022 UMSB membimbing perkuliahan 5.120 mahasiswa, 12 Fakultas, 27 prodi, 45 doktor dan 2 guru besar.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat sejak tahun 1985 sampai saat ini memiliki kampus yang tersebar di 4 kota di Provinsi Sumatera Barat yakni kota Padang, kota Padang Panjang, kota Bukittinggi dan kota Payakumbuh.
Perguruan tinggi perlu mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang out of the box dan berbeda dengan tradisi keilmuan yang seringkali diredusir pengembangannya oleh individu tertentu yang malas belajar.
Hal ini akan mendorong transformasi perguruan tinggi sehingga program-program akademiknya mampu menghasilkan insan unggul dan berdaya saing global.
Menurut Herry Suhardiyanto Mantan Rektor IPB (2015) Pribadi unggul dapat dilihat dari karakter yang memiliki lima filosofi dasar yaitu 1) memiliki kemampuan berpikir dan gemar menggali ilmu pengetahuan, 2) pandai mengambil hikmah, dan pelajaran dari setiap fenomena alam maupun sosial, 3) selalu berpegang teguh pada kebaikan dan keadilan, 4) memiliki pengetahuan luas, kritis dan teliti dalam menerima informasi, teori dan proporsional, 5) dan mampu mengedepankan kemaslahatan umat.
Dibalik itu, menurut Fathur Rokhman, Rektror UNES Semarang, (2022) mengutip Alvin Toffler dalam Power Shift (1990) manusia unggul digambarkan dalam pergeseran zaman dan pergeserannya kriteria manusia unggul.
Ada tiga periode perubahan besar manusia unggul. Pada periode pertama peradaban manusia, manusia unggul diidentifikasi oleh kekuatan fisik, karena itulah, kelompok pemimpin hampir selalu yang kondisi tubuhnya terkuat.
Ketika manusia memasuki era pertanian, feodalisme, dan kemudian industri, sumber daya unggul di identifikasi melalui aksesnya terhadap alat-alat produksi.
Pada periode ini, pemilik lahan dan pabrik menjadi SDM unggul dalam arti yang sebenarnya.Kriteria itu bergeser lagi ketika peradaban memasuki era informasi. Pada era ini, orang kuat adalah yang memiliki akses terhadap data. Inilah yang membuat dunia ini tidak lagi dikendalikan oleh para industriawan tradisional, melainkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi berbasis data. Hipotesis ini terbukti hari ini.
Perusahaan seperti Google tidak hanya mengontrol akses pengetahuan kita, tetapi juga membentuk pandangan dunia (worldview) kita.
Facebook dengan Metaversenya WA, Instagram dan medsos lainnya bukan hanya membentuk pola interaksi pengguna, tetapi juga membentuk nilai-nilai pemakainya.
Begitu pula MNC Informasi Teknologi lainnya, produk mereka membentuk selera kita. Apalagi dengan produk Artificial Inteligent (AI) lainnya. Lalu di mana letak AUM PTMA kita? UM Sumatera Barat salah satu dari 172 PTMA kita di Tanah Air yang sangat potensial.
Hari-hari belakangan ini menunjukkan sinar yang semakin cermerlang. Hampir dari segala sektor. Fisik, infrastruktur dan sarana prasarana, jumlah mahasiswa, dosen yang bergelar dokter, publikasi, dosen yang meneliti, peringkat akademik, prestasi akademik dan kegiatan kebutuhan mahasiswa, minat mahasiswa dan kesejahteraan mahasiswa-nya semakin prestatif dan seterusnya, semua sangat menggembirakan.
Lebih jauh silahkan klik searching google tentang prestasi dan posisi UM Sumatera Barat di antara ratusan Perguruan Tinggi Swasta di Sumbar. Akan tetapi tentu saja belum dan tidak akan memberikan kepuasan kepada kita. Pada saatnya bila lebel unggul kita sandang, upaya mempertahankan dan meningkatkannya nanti lebih hebat lagi.
Dalam kaitan itu, maka sebagaimana karakter lembaga, institusi, dan organisasi, bahkan negara, selalu ada dua pendulum. Yaitu pendulum satu yang kadang berlawanan dengan pendulum dua. Saya ingin menyebutnya sebagai cluster atau pihak yang loyal-progresif dan konstruktif sebagai pendulum satu. Dan cluster atau pihak yang loyal-krititikal konstruktif sebagai pendulum kedua.
Bahasa mudahnya, ada pihak yang loyal kepada lembaga dan pimpinan dengan bekerja keras dan konstruktif. Dibalik itu ada yang loyal kepada Lembaga dan pimpinan tetapi sangat kritis, tentu juga kontruktif. Cluster satu tadi biasanya sebagian besar bekerja dalam diam. Cluster dua bekerja dalam hiruk pikuk ktitis dan vokal terhadap lembaga dan pimpinan.
Bagaimana menjaga keseimbangan kedua pendulum tadi untuk kemajuan UM Sumatera Barat? Semua berkumpul dan berkolaborasi. Disitulah peran Pimpinan UM dan BPH dengan bijak mempersuasi seluruh civitas akademika secara dinamis dan konstruktif untuk menjalankan dan mencapai tujuan pelaksanaan sesuai dengan VISI Menjadi Universitas unggul berbasis kearifan lokal dalam pembinaan IMTAQ dan pengembangan IPTEK untuk kesejahteraan umat.
"Selamat Milad 67 Tahun UM Sumatera Barat, semoga selalu diberkahi-Nya dan terus maju membawa keunggulan," tutup Shofwan Karim.
Sudah tayang di:
https://www.shofwankarim.com/berita/13/menjaga-kondusifitas-dan-dinamisasi-dua-pendulum-untuk-selalu-unggul-di-um-sumbar.html

Komentar
Posting Komentar